HIKAYAT DAN WEJANGAN HIDUP MANUSIA

                                                        HIKAYAT WEJANGAN

oleh
Frank Hamah Sagrim


   
Hikayat Wejangan Pribadi
the Scopus



   Hikayat wejangan ini adalah murni pemikiran saya atas dasar pengamatan-pengamatan dan analisis saya terkait semiora kehidupan manusia dalam hubungannya dengan sesama, hubungan manusia dengan alam semesta dan hubungan manusia dengan Yang Maha Mulia.
    Bagi saya, ide yang terlahir dari setiap orang yang bernilai tinggi merupakan suatu warisan yang lahir dari orang tersebut yang akan digunakan oleh manusia sepanjang masa. 
     Wejangan adalah suatu penasehatan dan pengajaran yang berisikan didikan, teguran, petunjuk, larangan, pujian, dan penghiburan yang lahir dari seorang penasehat sebagai pribadi yang berusaha menyampaikan informasi-informasi tentang kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh melalui ide-ide orang lain maupun pengalaman hidupnya.


HIKAYAT WEJANGAN


Harta dalam bejana
   Aku tau bejana yang di bentuk oleh TUHAN berisi harta, tak mungkin kosong, setiap bejana pasti memiliki isinya sendiri-sendiri yang diberikan oleh TUHAN sebagai warisan.

Tengoklah kedalam bejanamu, harta apa yang ada didalamnya dan tanyakan TUHAN apa, bagaimana dan untuk apa harta tersebut berada di dalam bejanamu, agar anda mengerti dan tidak salah mempergunakannya.
____________________






Penghubung kehidupan diantara dimensi waktu

   Di dunia ini banyak pekerjaan yg belum diselesaikan, ada kata-kata yang belum sempat terucapkan, ada banyak ayat-ayat yang masih dalam misteri, sehingga akan terlahir seorang utusan dewa yang akan menghubungkan tiga dunia melalui dimensi waktu yaitu dunia lampau - dunia sekarang - dunia selanjutnya, dia akan segera datang dengan suatu tanda ajaib. Anak itu bukanlah anak biasa, dia lahir di saat-saat manusia hilang harapan dan menantikan penolong sehingga kedatangannya pasti dan wajib diamankan oleh manusia, tempat kediaman bayi itu berada di dalam kuil, pesan moral mengatakan bahwa jangan tawar hati karena takut anak itu lahir dari keluarga dengan kepercayaan berbeda namun ingatlah bahwa agama boleh berbeda namun TUHAN itu satu.
___________________




   Kekalahan bertelanjang kaki menari di atas bumi, namun sang khalik di singgah sana mencatatnya dengan saksama di atas kitab pengadilan menunggu waktunya untuk persidangan
___________________






Kadang kita sendiri tak tahu mana yg terbaik untuk kita
___________



Kita hidup di planet yang sama
Kita hidup dalam durasi waktu 12 jam yang sama
Kita hidup dalam pergantian siang dan malam yang sama
Kita hirup udara yg sama
Kita sama-sama tidak hidup kekal
__________________




Kehidupan itu harus di rakit karena pencapaian sukses bergantung dari seberapa besar perakitan hidup kita.
Aku telah membuat sebuah rakit yg siap mengantar aku ke tahta puncak di seberang sungai, anda pun pastinya begitu, namun aku hanya menunggu waktu untuk giliranku.

Roh kudus guru agungku & YESUS KRISTUS gembala agungku.
__________________




Hidup anda terlalu indah dari TUHAN jangan merusakinya dengan memasukkan orang tidak baik ke dalam hati dan pikiran anda. Abaikanlah yang tak sesuai dan berbahagialah.
__________________



Pemarah dan Pencemoh sangat jarang didekati orang sehingga dia sendiri merana, Mereka itu seperti bara api yang membuat semak terbakar sehingga tak ada kehidupan disekitarnya bahkan bara yang panas tak seorang pun yang mendekat, namun yang dilakukan adalah orang-orang akan bergotong royong untuk memadamkannya demi penyelamatan kehidupan yang lain.
__________________




Setiap orang memiliki hikmat yang tinggi karena Roh Kudus menjadi guru agung mereka. 

         Penemuan identitas diri dan talenta mereka akan membawa mereka menuju 
         podium tertinggi karena kehidupan mereka dibarengi dengan takut akan Tuhan.
____________________




Jangan menghabiskan waktumu untuk cenderung mengukur orang lain dengan kecemburuan sehingga dirimu tidak anda urus karena jika waktumu selesai engkau akan pulang seperti begitu hampa dan hilang tak ada kenangan, status menjadi seorang pegawai bukanlah suatu kesuksesan tetapi sebuah penempatan berlabelitas yang menuntutmu berbuat sesuatu. Berkacalah pada orang lain yang tak berlabel namun mampu melakukan sesuatu.
______________________




Janganlah kecemburuanmu terlalu mendidih sehingga engkau tidak mengakui kelebihan sesamamu yang dipercayakan oleh TUHAN, karena jika TUHAN memakainya tidak ada seorang pun yang bisa menggagalkannya, bahkan anda pun hanya memupuk luka dan penat di hatimu. 
lihatlah ke udara, burung cuit pasti mengakui bahwa Rajawali adalah raja langit, bagaimana denganmu?
_______________________





Apa yg anda lakukan, lakukanlah itu dengan tulus hati, siapapun orang yg menghinamu jangan dengarkan dia tetaplah maju, karena hanya orang-orang yg berani menghadapi masalah itulah yg akan menyelesaikannya dan mereka itulah yg akan menjadi pemenang.
_______________________





BERPISAH DI FIRDAUS-MUNCUL DI BETLEHEM-MENGAKHIRI DI PAPUA
Berpisah di Firdaus (Tahap permulaan kerja agenda {ELOHIM BAPA & ROH TUHAN HADIR}) - Lahir di Betlehem (Tahap penyempurnaan pekerjaan {ELOHIM BAPA & YESUS ANAK TUHAN HADIR}) - Mengakhiri pekerjaan di Papua (timur jauh - ujung bumi "Tahap finishing Pekerjaan {YESUS SANG RAJA PEWARIS KERAJAAN KEMBALI HADIR") dan akan datang dari ujung timur - papua (Timur Jauh - ujung bumi) untuk menjadi raja di Sion-Yerusalem-Israel "Tahap akhirat") kekal selama-lamanya.
_______________________





Kebenaran TUHAN wajib didengar oleh semua orang & wajib dibicarakan ke seluruh dunia
_______________________





Lahir diberi nama, mati tinggalkan nama karena TUHAN akan memberikan nama yang baru ketika berada di firdaus yang baru.
_______________________
Share:

LEGENDA PAPUA (KURABESI KSATRIA TANGGUH DARI PAPUA)

                                                        LEGENDA PAPUA

KURABESI KSATRIA TANGGUH
Oleh
H A M A H  S A G R I M
     Dahulu kala ketika bumi terbentuk, banyak binatang yang hidup di sana ada sejenis burung raksasa namanya burung garuda.
     Suatu ketika di sebuah pulau hiduplah kerajaan nelayan dan raja mereka namanya mambri. raja mambri memerintahkan kerajaanya selama berpuluh-puluh tahun lamanya.
   Di kerajaan nelayan ada seekor ular raksasa yang selalu datang memangsa masyarakat di kerajaan itu. ular tersebut sangat besar sehingga di sebut naga. Terlihat di sana ada rumah rumah para nelayan dan di sepanjang pantai
      Karajaan nelayan penuh dengan pohon kelapa.  satu persatu masyarakat di mangsa oleh naga itu, pasukan raja tidak mampu membunuh ular raksasa tersebut.
    Hari demi hari masyarakat di mangsa oleh ular raksasa itu,keadaan di kerajaan nelayan sangat memanas, raja mambri selalu memintah kepada dewa mereka, ''dewa mandar maker''untuk mengampuni mereka karena kejadian itu mungking karena mandar maker sedang marah.walaupun  di  lakukan pemujaan,namun naga tersebut tetap saja menyerang warga.raja mambri memintah para nujum tokoh tokoh terhormat pemegan majik dari manda make untuk bersama sama dengan pasukan kerajaan mengatur strategi yang baik bagaimana caranya untuk membunuh naga tersebut.   semua warga masyarakat di kerahkan bersama prajurit kerajaan untuk membunuh naga itu,namung tetap saja kalah,sehingga membuat warga masyarakat merasa ketakutan.sedikit demi sedikit para warga masyarakat pergi meninggalkan pulau, tersebut, mereka pergi ke waigama,sebuah tempat di wilayah barat kepala burung kepala burung papua barat.    suatu ketika seorang kerabat mambri yang saleh di mangsa oleh ular raksasa itu,dia telah hilang meninggalkan istrinya yang sedang hamil, sehingga membuat warga semaking ketakutan dan mereka ingin pergi meninggalkan pulau itu.   istri kerabat raja mambri melahirkan seorang bay laki laki dan sesuai dengan adat kerajan nelayan,setiap anak laki laki beranjak usia tertentu harus di bawah manghadapi dewa ''mandar maker'' untuk memintah kekuatan,berkat dan umur yang panjang. anak itu di berinama KURABESI yang artinya.                              Maksud dari pemberian nama tersebut untuk menyerang kepergian (ayahnya) yang di mangsa ular dan juga untuk menyerang orang orang yang berpindah dari pulau itu ke arah barat.    KURABESI semakin dewasa,suatu ketika kurabesi bermain main sambil bertanya kepada mamanya.mama dimana bapa saya? mamanya menangis sambil menatap KURABESI, beberapa menit kemudian mamanya menjawab ''KURABESI, kamu sudah dewasa sekarang dan sudah saatnya kamu mengetahui keberadaan bapa kamu beberapa tahun, yang lalu, ketika mama sedang mengandung kamu, bapamu di mangsa oleh ular raksasa yang sekarang menakutkan itu, dan bapamu tidak di temukan jasatnya hingga bukan bapamu saja tetapi sudah puluhan orang dan hingga saat ini sudah mencapai ratusan orang yang di mangsa.''KURABESI berkata trus, mama! kenapa orang tidak bisa membunuh ular itu? mamanya menjawab ''KURABESI, orang sudah coba bunuh tetapi tidak bisa, karena ularnya besar sekali.KURABESI bertanya lagi''bah lalu raja mambri kenapa tidak memerintahkan semua pasukan untuk melawan ular itu? mamanya menjawab raja sudah melakukannya, bahkan berbagai macam cara tetapi tidak bisa.                                                                         Semua, sehingga orang orang banyak yang memilih berpindah ke bagian utara dari pada tinggal nanti di mangsa oleh naga.    waktu semaking sore, seperti biasanya ketika menjelang malam semua orang segera masuk ke rumahnya karena ular raksasa sedang keluar raksasa sedang keluar dari sebuah goa untuk mencari mangsa, KURABESI juga segera pulang ke rumahnya karena takut denga ular raksasa itu.    waktu sudah pagi dan KURABESI dan teman temanya pergi ke laut untuk mencari ikan,KURABESI tidak bersemangat karena di gatinya pikiran tentang bapanya yang di mangsa ular besar tersebut.    KURABESI pulang ke rumah dan mengatakan kepada mamanya ''ma, suatu saat nanti, saya harus bunuh ular itu karena dia telah mangsa bapa,mamanya menjawab '' KURABESI kamu tidak mungking bisa, karena ular itu sangat besar.    mendengar ucapan mamanya, KURABESI panik dan terdiam, sejenak, tiba tiba weeeeelttt,... apa itu? KURABESI dan mamanya terkujut melihat ada burung raksasa yang mendarat di hadapan mereka burung itu berkata KURABESI kamu dan mama bisa naik di pungung saya. tetapi KURABESI tidak percaya burung angkata batu jangan takut,KURABESI saya akan mengajarkan kamu cara membunh ular raksasa itu.    akhirnya burung garuda mengajari KURABESI tehnik perang dan tehnik membunuh ular raksasa.setelah sekian lama melakukan latihan, akhinya KURABESI menguasai tehnik berperang. setelah usai menyelesaikan latihan, burung garuda memerintahkan KURABESI bahwa; KURABESI, untuk membunuh ular raksasa itu, anda harus membuat sebuah bambu puncak terahir tingkat tujuh, semua ujung bambu harus di runcing kasih tajam di atas para para untuk umpang ular itu.pertama kamu harus berdiri di tingkat pertama.............. ketika ular bongkar para para tingkat pertama, kamu tikam kepalanya, setelah ular pusing kamu naik ke tinggkat kedua  ketika ular sadar dan merusaki tingkat kedua jamu tikam lagi kepalanya, ular pusing lagi daan kamu naik lagi ke tingkat berikutnya hingga terahir di tingkat tujuh kamu tikam dia dan saya akan jemput kamu supaya semua bambu di tingkat tujuh yang tajam denga air akan jatung tikam ular dan air akan masuk ke dalam mulutnya dia pasti mati, karena ketika di tingka tujuh ular pusing dan terjatung pasti berat badanya membuat para para rubuh.    KURABESI melaksanakan apa yang di ajari oleh burung garuda hingga para para bambu itu berhasil.    Setelah para bambu yang di buat sebagai jebaka itu jelas selesai. hari mulai menjelang sore, KURABESI mulai bergegas naik keatasnya sesuai petunjuk dari burung garuda.    malam telah tiba dan mulai terlihat bulang purnama begitu terang menerangi pantai pasir putih mengkilat menambah terang benderannya.    beberapa menit kemudia terdengar.............. ........ ular sedang datang,KURABESI sedik takut tetapi berusaha memberanikan dirinya.    Tidak lama kemudian terlihat secara jelas ular telah berada di bawah para para.KURABESI bersiap siap denga tombaknya yang terbuat dari bambu dia berada di dalam para para padah tingkat pertama ketika ular mencium bau KURABESI yang berada di dalam kurungan para para itu, ular berusaha mendapatinya namun tidak bisa sehingge ular menggoyangkan kepalanya menabrak dinding yang terbuat dari bambu itu, ketika dindingnya terbongkar kepalanya masuk ke dalam, nah KURABESI dengan segerah menikamnya tepat di kepala sehingga ular pun merasa pusing dan terjatuh ke tanah. KURABESI segerah naik ke tingkat ke dua, beberapa menit kemudian ular bangun lagi dan membongka para para tingkat ke dua yang KURABESI berada, setelah kepalanya masuk ke dalam KURABESI menikamnya lagi dan ular pun merasa pusing dan terjatuh ke tanah. KURABESI nalk ke tingkat ke tiga lagi dan bersiaao dengan tombaknya,beberapa menit kemudian naga itu sadar dan mengamuk membonggkar para para tingkat ke tiga karena KURABESI berada di sana, setelah kepalanya masuk kedalam, KURABESI segera menikamnya di kepala lagi sehingga ular merasa pusing dan terjatuh ke tanah, begitu pun KURABESI melakukan hal yangg sama di tingkat empat hingga tingkat ke tujuh ............... terahir ketika ular membongkar tingkat tujuh KURABESI menikamnya lalu KURABESI melompat ke punggung burung garuda itu sambil terbang memperhatikannya, teryata yang dikatakan oleh burung itu benar, KURABESI berhasil membunh ular tersebut.    hari telah pagi, dan KURABESI di antar oleh burung garuda pulang ke rumahnya dan KURABESI melaporkan kejadian itu kepada mamanya bergeges menyampaikan hal itu kepada raja mambri.    raja segerah mengumumankanya kepada warga masyarakat yang hanya tinggal beberapa orang dan mereka segerah melihatnya, waow....waow .... siapa yang membunuhnya? tanya warga, dan raja mambri yang sudah tua denga perlahan berkata ''kitaberterimakasi kepada KURABESI,karena dia adalah orang yang tunggu membunu naga tersebut, semua orang menggucapkan terimakasi kepada KURABESI.    raja mambri wafat dan tongkat estafet di berikan kepada KURABESI.dengan pangkat sebagai seorang mambri, KURABESI segera membuat pasukannya yang kebanyakan semua pelaut, yang tanggul, jago selam, jago renang dan jagu perang.    suatu ketika pada abad-15,kesantara tidore di serang musuh, habis habisan hingga sultan tidore mengundang KURABESi untuk menghabisi bangsa spanyol, ............... mereka.   KURABESI menerima undangan tersebut dan KURABESi segera mempersiapkan pasukangnya, setelah semua pasukang siap, KURABESI naik di atas punggung burung garuda dan terbang ke medang yang di sampaikan oleh sultan tidore untuk mengintai kekuatan bangsa portugis.    setelah selesai mengintais, KURABESI dan garudanya segerh kembali ke markasnya. KURABESI menyiapkan startegi dan teknik menyerang dan menyampaikan kepada pasukannya, setelah selesai, mambri KURABESI bertanya''apakah semuanya sudah jelas?'' jawab pasukan ''jelas mambri KURABESI''. baik kita berangkat kata KURABESI.    semua pasukan segera menuju perahu masing masing dan KURABESI naik di atas punggung burung geruda untuk berangkat.waktu  menjelang subu, pasukan KURABESI segera memasuki wilayah musus, semua pasukan berlabu denga perahu menunggu aba aba dari mambri KURABESI. setelah sudah siap semuanya, KURABESI yang tetap berada diatas punggung garuda itu teriak ayo serang........    pasukan KURABE menyerang pasukan portugis dengan cepat sehingga pasukan portugis taklule dan kalah.    raja tidore melihat keberhasilan mambri KURABESI itu, sebagai imbalanya sultan tidore memberikan seorang putrinya untuk menikah dengan mambri KURABESI,  namanya BOLA TABAI, selain putri sultan, juga di serahkan tanah kepada mambri KURABESI yang kini tetap berada di ternate.    Beberapa tahun kemudian pada abad-18 itu, pasukan inggris menyerang sultan tidore,tepat di selat ingris y di kenal sekarang ini di ternate,pasukan  KURABESI mengalahkan pasukan ingrris,sehingga teluk itu disebut selat isultan tiore melihat betapa besar jasa yang diberikan olehmanbri kura bessi sehingga dia memberikan pangkat kepadda kura besi sebagai raja ampat yang bekedudukan di waigama,yang kini di sebut raja ampat,karena raja pertama maja pahit,raja mataram,raja tidore sebaai raja ketiga dan raja manbrri kurabei sebagai raja ampat.   Burung garuda yang digunakan oleh mambri kurabesi akhirnya di jadikan sebagai legenda yang di hormati oleh kurabesi sebagai nenek moyang dan penolong bagi turun temurun.Selain itu,keperkasaan dan kekuasaan serta keberanian burung garuda di jadikan sebagai lambang negara repoblik indonesia.   
...................................................... T A M A T ...........................................................................
SPONSORED BY: YKT, 2013
Share:

JEJAK PERJALANAN SHIWA (SHIVA) DI KAMPUNG SAUF (MAYBRAT) DAN SEDORFOYO (SAWIAT-IMIAN) KEPALA BURUNG PAPUA INDONESIA DI ASIA TENGGARA

                                                                LEGENDA PAPUA 

 DARI SUKU MAYBRAT IMIAN SAWIAT

JEJAK PERJALANAN SHIWA DITEMUKAN DI WILAYAH KAMPUNG SAUF (MAYBRAT) DAN SEDROFOYO (SAWIAT - IMIAN) KEPALA BURUNG PULAU PAPUA INDONESIA

 Oleh
H A M A H  S A G R I M


     Perbincangan mengenai dewa Shiwa acapkali hanya diketahui di wilayah Hindustan India, namun siapa yang pernah tahu atau dengar bahwa di Asia bagian tenggara yaitu tepatnya di pulau Papua Barat bagian kepala burung suku Maybrat, Imian, Sawiat, dari zaman lampau telah mengenal sosok dewa Shiwa. Belum satu pun referensi buku di dunia yang menulis tentang hal ini terutama bahwa tak ada seorang ilmuwan pun yang pernah melakukan penelitian tentang mitologi tersebut di daerah tiga suku ini. Banyak bukti-bukti dari hasil yang dilakukan oleh dewa Shiwa di tiga wilayah tersebut. Dalam catatan penelitian saya, telah saya redaksikan history singkat tentang perjalanan dan perbuatan dewa Shiwa di tiga daerah tersebut, sebagai berikut.
    Shiwa adalah seorang dewa yang dipercaya oleh orang Maybrat, Imian, Sawiat sebagai sang Ilahi yang telah melakukan banyak mukjizat di bumi.
    Mula-mula Dewa shiwa hidup di daerah Maybrat, Imian, dan  Sawiat. Banyak perbuatan menakjubkan yang dilakukan oleh Shiwa di sana sehingga dianggap sebagai maha dewa yang ilahi.
    Dalam sejarah penciptaan bumi, Shiwa tinggal di daerah Maybrat, Imian, Sawiat, Papua Barat - Indonesia.
    Ketika bumi dibentuk pertama, bumi belum sempurna. Dewa Shiwa berjalan sambil melihat-lihat bentuk alam semesta.
    Shiwa berjalan dari daerah Imian dengan mencabut dua buah gunung dari daerah Srit di  sedorfoyo untuk dibawanya.  Bekas dari kedua gunung tersebut kini menjadi dua sumur biru yang dipercaya sebagai pusat alam bersah di sedorfoyo oleh masyarakat setempat.
   Shiwa mengikat kedua gunung tersebut dengan menggunakan dua jenis tali yaitu (sedror: bahasa Sawiat )atau dalam bahasa Maybrat disebut kon untuk mengikat salah satunya dan gunung berikut Shiwa menggunakan tali ila: bahasa Maybrat.
    Shiwa menenteng kedua gunung tersebut dari Sedorfoyo-Imian berjalan ke daerah Sawiat dan Maybrat.  Ketika Shiwa berjalan sampai di suatu tempat salah satu gunung yang diikat dengan sedror atau kon itu terputus dan tertanam di sana. Gunung tersebut diberi nama sedror sesuai dengan nama tali yang digunakan oleh Siwa untuk mengikatnya. Selain itu, tempat tersebut juga diberi nama sedror. Shiwa juga meninggalkan bekas kakinya di sana. Bentuk bekas kaki tersebut tidak keseluruhan tetapi hanya bagian jari dan sedikit bagian bawah dekat jari-jari, sehingga sering dikatakan oleh masyarakat setempat bahwa mungkin pada waktu itu Shiwa sedang jinjit entah ada sesuatu yang hendak dilakukan olehnya sehingga gunung  tersebut putus lalu jatuh dan tertanam disana.
    Setelah itu, Shiwa melanjutkan perjalanannya ke arah Timur. Sekitar tujuh kilo meter kemudian, Shiwa meninggalkan bekas kaki kirinya secara jelas disana yaitu tepatnya di sungai Wren Mayis atau sebutan lain untuk tempat itu adalah o ron myi dalam bahasa Maybrat yang diterjemahkan sebagai berikut, o berarti 'Tempat' sedangkan ron berarti 'keabadian, kekekalan, dan myi artinya 'selama-lamanya', bila kita gabungkan berarti 'Tempat yang Abadi atau kekal Selama-lamanya. Masyarakat setempat menybut bekas kaki itu dengan Shiwa yayir yang diterjemahkan berarti Bekas Kaki Tuhan/Dewa.
    Shiwa berjalan lagi ke arah timur sekitar tujuh kilo meter kemudian dia bertemu dua orang gadis tepatnya di Ntles yang sedang menyiapkan lahan untuk perkebunan mereka. Nama lain dari Ntles adalah Ntlas dalam bahasa Maybrat artinya Terungkap, atau telah nyata, atau sudah jelas.
    Shiwa bersembunyi di semak-semak dekat lahan perkebunan tersebut dan meletakan tali di tengah lahan kebun dan melanjarnya hingga bagian ujung sebelahnya dipegang oleh Shiwa. Setelah itu, kedua gadis tersebut membersihkan segala macam rerumputan dan hendak menarik tali yang di letakan oleh Shiwa, tiba-tiba yea..... ayoh ra seit meteit....., bi awia meit e? (yea .....waduh itu ada seseorang ,...... siapa orang itu?) kedua gadis tersebut melihat Shiwa dan mereka kaget sehingga saling bertanya. Melihat kedua gadis yang sedang ketakutan itu, Shiwa menyapa mereka dan berkata "Nwa ma - jangan takut, jyio fi Siwa - Saya ini Siwa, Anu nbeok seit ysia jyio - diantara kamu berdua satu orang harus kawing dengan saya. Mendengar keinginan Shiwa tersebut kedua gadis itu berlari ketakutan meninggalkan Siwa. Melihat prilaku dari kedua gadis itu, Shiwa marah  dan mengambil gunung yang dibawanya  lalu ditanam untuk menutupi lahan kebun tersebut. Kejadian itu tidak dibicarakan oleh kedua gadis tersebut kepada saudara laki-laki mereka karena takut saudara-saudara mereka akan membunuh Shiwa sehingga dirahasiakan. Kedua gadis itu mencari akal bagaimana supaya saudara-saudara laki-laki mereka bisa ikut ke lahan kebun agar bisa mengenali pria tersebut. Akhirnya mereka dapat ide yaitu berpura-pura meminta tolong kepada saudara laki-laki mereka untuk menebang pohon di lahan kebun yang telah dipersian. Saudara-saudara mereka bersedia untuk membantu sehingga mereka bergegas membawa kapak serta parang lalu bersama-sama kedua gadis tersebut berangkat ke lahan tersebut. Ketika mendekati lokasi kebun, kedua gadis itu kebingungan karena lahan yang telah dipersiapkan oleh mereka tidak ada.
    Kedua gadis itu terkejut dan berkata wo tein reno miyo e.... ayoh e (wo lahan itu di mana e... adoh) beberapa menit kemudan keduanya sadar bahwa ternyata lahan kebun itulah yang telah tertutup oleh gunung besar yang menjulang tinggi di hadapan mereka. Kedua gadis itu teriak penuh penyesalan dan berkata kepada saudara mereka katanya;
   ''yu...... tein reno oh atu refo mros wa fo
   yu......yu........yu.......yu.......yu..........yu
   bi awia yno fo e.......?''
   ''yu..... lahan itu yang gunung ini telah tutupi ini
    yu.... yu.... yu..... yu.....yu.........
    orang siapa yang menanam gunung ini?
karena kedua gadis itu kecewa dan takut akhirnya mereka membicarakan hal yang telah terjadi antara mereka dan Shiwa kepada saudara laki-laki mereka.
    Kejadian tersebut diceriterakan kepada semua orang sehingga mereka bergegas pergi untuk melihatnya ''wo we atu refo mban hayo mros wefo fo, bo bawi mno mefo? - wah gunung ini dari mana kok bisa ada di sini, siapa yang tlah melakukannya?''. Kedua gadis itu menjelaskan apa yang mereka alami kepada semua orang yang datang untuk melihat kejadian yang sangat aneh bagi mereka itu.
    Gunung tersebut diberi nama ila. Nama gunung diambil dari nama jenis tali yang digunakan oleh Shiwa untuk mengikatnya. Ila atau ilah dalam artikulasinya adalah ''Allah'', sehingga dianggap sebagai gunung Tuhan oleh masyarakat setempat. Sedangkan kedua gadis tersebut bernama  Mboh Ilo dan Mboh Illa. Gadis yang diberi nama Ila adalah gadis yang ditaksir oleh Shiwa untuk dikawini tetapi tidak berhasil tersebut. Selain itu, diberi nama ila karena dia juga yang telah menarik tali yang diletakan oleh Siwa di tengah lahan kebun yang mereka persiapkan, selain itu, dia juga yang pertama menemukan Shiwa. Nama gadis itu juga disesuaikan dengan nama tali yang Shiwa gunakan untuk mengikat gunung tersebut. Di atas puncak gunung Ila ada sebuah pohon namanya mlahsin. Semua bentuk daun dari segala macam jenis pohon di bumi terdapat di setiap dahan pohon itu. Pada sekujur gunung dikelilingi oleh semut marabunta. Gunung ila dianggap sebagai tempat alam bersah karena merupakan kediaman Tuhan. Tidak semua orang bisa mendaki gunung ini, hanya para abdi wiyon atau yang sering disebut ra wiyon, karena banyak pantangan yang akan dihadapi sehingga orang awam yang tidak mengetahui kata-kata majik tidak akan mampu mendaki hingga puncaknya.
    Ada sebuah tempat yang letaknya tidak jauh dari gunung ila namanya ''SAUF'' tempat tersebut kini dijadikan sebagai sebuah kampung dan nama kampung tersebut adalah SAUF sesuai dengan nama tempat. Sauf mempunyai arti makna religius yaitu ''SA'' dalam bahasa Maybrat artinya SEPULUH, sedangkan ''UF'' artinya UTUH. Dalam pengertian lain bahwa SAUF adalah ''SEPULUH HUKUM YANG UTUH''. Dalam mitologi setempat menceriterakan bahwa Kampung Sauf sebagai tempat dimana Allah memberikan sepuluh hukum dan masyarakat di Kampung Sauf yang menyimpan dua loh batu yang tertulis sepuluh hukum taurat tersebut.
    Shiwa berjalan terus ke wilayah Timur. Sekitar tujuh kilo meter, Siwa naik perahu dan hendak mau mendayungnya tetapi bumi ikut bergoyang membuat Shiwa turun dari perahu tersebut dan menanam penggayu untuk menahan bumi supaya kuat. Ketika Shiwa menanam penggayu, air menjadi kering dan berubah menjadi daratan. Sepertinya waktu itu bumi masih ditutupi samudera raya. Perahu dan penggayu tersebut hingga sekarang menjadi batu dan masih berada di sana tepatnya di sungai Sermut. Penggayu itu dianggap sebagai penyangga bumi. Sermut dalam sebutan bahasa Maybrat artinya ''air yang di tutup''. Ada sebuah kampung dekat sermut namanya HAWIOH atau dalam sebutan lain HAWION dalam bahasa Maybrat artinya ''MEMUJI'' atau ''tempat memuji dan menyembah''.
    Setalah Shiwa menanam penggayu sebagai penyangga bumi, dia melanjutkan perjalanannya terus ke arah Timur. Sekitar sembilan kilo meter, ketika Shiwa hendak menginjak kakinya di sebuah batu bulat disana mengakibatkan sebuah air muncul disan dan mengalir. Air tersebut adalah TUT. Tut dalam sebutaan bahasa Maybrat adalah ''Saya menutup''. Shiwa meninggalkan telapak kakinya di batu tersebut. Kini batu yang adanya bekas kaki Shiwa itu disebut FRA SIWA yang dalam sebutan bahasa Maybrat artinya ''Batu Tuhan atau batu Dewa''. Frasiwa terletak di fratafen, disana ada sebuah kampung baru yang namanya Fratafen. Fratafen dalam sebutan bahasa Maybrat bila dterjemahkan artinya ''fra: batu, ta: kaki, atau saya punya kaki. fen: membentuk/membuat'' yang bila digabungkan berarti ''batu yang dibentuk dengan sya punya kaki, ''saya dalam hal ini rujukannya kepada Shiwa''.
    Setelah itu, Shiwa melanjutkan perjalanannya ke arah Timur sekitar lima kilo meter, ada sebuah batu yang kini disebut ''YA'' disana, Shiwa menginjakkan kakinya di atas batu itu lalu berjalan ke pulau AMIN. setelah dari pulau amin, Shiwa melanjutkan perjalanannya ke suatu tempat di daerah Fayoh namanya WAHYU.
    Di daerah Wahyu terdapat dua buah goa yang dipercaya sebagai sahul dan gehena atau dalam sebutan bahasa Maybrat Sawro. Masyarakat setempat menjadikannya sebagai pusat alam bersah karena bagi mereka setiap manusia yang meninggal dunia arwahnya pasti datang masuk ke dalam goa tersebut karena Wahyu dalam mitologi orang Maybrat merupakan tempat menampung semua arwah manusia di bumi untuk menunggu kedatangan Shiwa/Tuhan. Di Wahyu, Shiwa menyatakan bahwa tempat ini adalah tempat penampungan arwah manusia untuk menantikan kedatangan hari penghakiman.
    Shiwa melanjutkan perjalanannya ke daerah Tehit. Ketika Shiwa telah sampai di sebuah air terjun di dekat laut, ada sebuah goa besar letaknya tepat dibalik air terjun tersebut. Goa itu menghubungkan jalur darat dan laut hingga semenanjung Onim Fak-fak. Ada sebuah pulau berada di tengah laut dekat air tejun tersebut, Shiwa melangkah ke pulau itu. Ketika Shiwa hendak mau berjalan, ada sebuah ruma mau mengikutinya. Shiwa berkata kepada rumah itu katanya, ''jangan ikut, tunggu di situ'', akhirnya rumah tersebut berhenti dan menjadi sebuah pulau disana.
    Shiwa berjalan ke Pulau Biak. Setelah sampai di  disana, Shiwa bersembunyi di sebuah goa. Ada satu sungai dekat goa itu yang letaknya tidak jauh dari kampung. Suatu hari ada seorang gadis cantik hendak mau mandi. Dia adalah anak dari seorang Mambri. Mambri adalah  seorang Raja yang berada di kampung Biak. Shiwa sangat naksir terhadap gadis itu sehingga dia bersembunyi di balik pohon lalu mengambil salah satu buah dari pohon nona dan melemparkannya ke arah gadis tersebut dengan mengikuti air lalu buah itu kena persis pada susu bagian kiri dari gadis tersebut. Ketika pulang ke rumah, gadis tersebut merasa gatal-gatal dan akhirnya hamil. Raja Mambri dan warga masyarakat kaget dengan kehamilan anak gadisnya.
    Melihat hal itu, Mambri berusaha menyelidiki anak gadisnya yang hamil tersebut kaatanya 'siapa pria yang menghamili kamu anakku?' akan tetapi anak gadisnya tidak tahu dan merasa aneh dan berkata kepada bapaknya kalau dia juga kaget kok tiba-tiba dia bisa hamil tanpa pernah bersetubuh dengan laki-laki manapun. Raja Mambri merasa tidak puas dengan hal itu sehingga raja berkata, ''baiklah, kita tunggu bayinya lahir dan ketika anak itu sudah berumur satu setengah tahun kita akan lakukan upacara terbuka dan mengundang semua laki-laki di kampung ini hadir lalu kita biarkan anak itu berjalan, jikalau dia berlari menuju laki-laki yang hadir tersebut dan memeluknya maka itulah ayah dari anak ini. Akhirnya semua bersepakat untuk mengikuti apa yang disampaikan oleh raja Mambri tersebut.

    

....................T A M A T..........................


Sponsor by: Yayasan Kasih Timur Papua, 2013
Share:

ASAL MULA TERJADINYA DANAU AYAMARU - CERITERA RAKYAT UNTUK ANAK-ANAK NUSANTARA

                               ASAL MULA TERJADINYA DANAU AYAMARU

oleh
Hamah  Sagrim
    
Pada suatu hari ada seorang Chrumbles dari woman sedang berburu di hutan dengan membawa seekor anjing pemburu milknya dan perlengkapan berburu seperti parang dan tombak. Chrumbes bersama anjingnya ke daerah lembah di bagian selatan.
Chrubles tinggal di bagian utara dekat pegunungan mrar dan tempat tinggalnya bernama woman. Ketika berjalan sekitar 4 KM dan tiba di aves, terdengar suara anjing menggonggong. Chrumbles segera berlari menghampiri anjingnya untuk melihat apa yang anjing gonggong. Chrumles berlari kencang menuju tempat anjing dengan mengikuti suara anjing akhirnya chrumbles tiba di tempat anjingnya menggonggong terlihat disana anjing sedang menggali-gali tanah sambil menggonggong artinya apa yang di kejar-kejar oleh anjing itu berada di dalam tanah atau bebatuan yang ada. Chrumbles berpikir demikian, dan berkata apa yang ada? Chrumbles melihat lihat sambil memeriksa di sekitar semak-semak, bandar pohon namun tidak di temukan apa-apa, sehingga mau tidak mau chrumbles harus menggalinya. Chrumbles duduk sambil menggali tanah di sekitar batu dan anjingnya tetap di sebelah sambil menggonggong dan juga menggali-gali tanah.    Chrumbles terus menggali tanah dan memindahkan bebatuan karena anjing semakin bersemangat menggonggong persis di bebatuan tersebut sehingga chrumbles menganggap bahwa apa yang di gonggong pasti tersembunyi di batu.  Chrumbles ia berusaha menggali tanah dan memindahkan tanah untuk mencari barang apa yang sebenarnya anjing gonggong. Setelah menggali-gali ternyata tidak ditemukan apa-apa sehingga chrumbles pergi meninggalkan tempat itu dengan memanggil anjingnya.
Chrumbles melanjutkan perjalanannya ke tempat lain, tetapi anjing tidak mau ikut. Anjing tetap tinggal di tempat galian tadi dan terus menggonggong. Chrumbles tetap berjalan sambil memanggil anjingnya. Tetapi anjing tetap saja tidak mau ikut.  Chrumbles duduk sejenak di sebuah pohon yang  tumbang sambil memanggil anjingnya, namun tetap saja terdengar suara anjing menggonggong.
Chrumbles tetap duduk di atas pohon yang tumbang itu sambil menantikan anjingnya, karena percuma saja kalau terus berjalan tanpa anjing bagaimana mengetahui ada binatan yang diburu, kalau ada anjing supaya bisa cepat menemukan hewan buruan (chrumbles berpikir demikian).  Anjing terus menggonggong di tempat galian tadi bhkan semakin keras dan semakin tergesa-gesa suaranya sehingga chrumbles berpikir "waah sepertinya barang yang anjing gonggong ini ada makanya dia terus gonggong. Chrumbles bergegas kembali ke tempat anjingnya berada, dia melihat ternyata anjing tetap berusaha menggali kembali tempt semula yang digallinya.  Chrumbles berdiri sejenak sambil mengamati baik baik apa yang di lakukan oleh njingnya. Setelh beberapa menit mengamati, kemudian, Chrumbles coba menggalinya kembali lagi. Semakin daalm chrumbles menggaali batu dan tanah tersebut, setelah berapa menit kemudian Chrumbles menemukan pasir, Chrumbles terkejut melihatnya dan berkaata, waah kok bisa ya ada pasir laut disini?  Chrumbles terus menggalinya, beberapa menit kemudian e e e e .................?  Chrumbles terkejut karena ada  eberapa kulit kerang/siput laut. Chrumbles sempat berhenti menggali untuk sekedar mengamati kulit kerang yang dipegang ditangannya, membuat dia semakin bersemangat seakan-akan binatan buruan itu tidak jauh. Beberapa menit kemudian, Chrumbles menggalinya lagi, tidak lama kemudian Chrumbles kaget karena seekor musang hitam tiba-tiba keluar dari dalam lubang dan berlari…. ketika  musang itu berlari, anjing pun mengejarnya, musang terus berlari di depan anjing mengejar dari belakang dan Chrumbles pun  mengikuti anjingnya untuk mengejar musang tersebut dan seketika itu juga air keluar dari lubang yang tadi musang keluar mengikuti mereka.
Dimana Chrumbles, anjing dan musang berlari, air pun mengejar mereka untuk di bunuh karena mereka telah mengganggu raja air yang sedang tidur dan markasnya tepat pada tempat yang di gali oleh Chrumbles dan anjingnya. Musang terus berlari dan Chrumbles bersama anjingnya pun mengjar musang terebut dan air juga terus mengikuti mereka. Tempat keluarnya air di sebut maru mana yang di terjemahkan berarti "kepala air danau". Mereka berlari dari maru mana hingga semtu di sana ada lereng gunung yang agak sedikit menurun sehingga air di situ membentuk arus. Mereka terus berlari hingga ke danau Yukase, mendekati Mapura, akhirnya Chrumbles lari menghindari air ke daratan gunung  membiarkan anjingnya terus mengejar musang dan di kejar oleh air, hingga pada akhirnya air membunuh anjing dan musang tersebut, disitulah batas danau Ayamaru.
Chrumbles kembali duduk di atas gunung dan melihat kembali perjalanannya ternyata sudah tertutup oleh air, semakin lama semakin luas menjangkaui daerah daratan rendah yang kini di sebut danau ayamaru. Chrumbles menyadari bahwa teryata air semaking besar dan meluas. Chrumbles mengamatinya kembali dan sangat herang ''woooo...... air semaking menutupi hutan……… airnya semaking besar lebih dari sungai……. Ini apa?........woooo airnya terus meluas sehingga Chrumbles menamainya danau ayamaru'' chlumbles menyusuri tepian danau untuk kembali ke tempat tinggalnya.  Beberapa menit  kemudian Chlumbles melihat kembali apakah air tersebut mungkin sedah kering ataukah semakin banjir, karena  menurut chrumbles mungkin itu hanya banjir biasa yang surut beberapa waktu lagi.    ketika chrumbes melihat ternyata airnya sangat luas terbentang di hadapanya dan di sana ada sekelompok bebek yang mendarat  di danau sambil mandi. Chrumbles tergesa-gesa mengamatinya penuh herang “ake....ake  ake....woo.......air ini su besar seperti lautan kah?  chrumbles menggeleng-geleng kepalanya karena keherangan melihat air yang telah membentuk danau tersebut. Chrumbles terus mengamati air dan burung yang beterbangan itu, dan timbul suatu pemikiran, kok burung itu tidak bisa tenggelam baru hanya terapung di atas permukaan air karena apa? Chrumbles semakin penasaran dengan burung-burung tersebut, hari semakin malam dan chrumbles pulang ke rumah. Hari berikutnya Chrumbles kembali lagi ke pinggir danau untuk mengamati mengapa ada burung yang bisa terapung di atas air.  Chrumbles sagat serius dan sangat teliti memperhatikan bebek danau itu berenang, Naaaaah......coba saya bikin kayu berbentuk burung supaya saya bisa berjalan-jalan keliling danau ini. Chrumbes terinspirasi untuk membuat perahu (kole-kole) yang mirip seperti bebek danau.  Chrumbes pulang dan menebang sebuah pohon untuk dibuat  sebagai perahu. Chrumbles membuat perahu dari kayu besar yang di tebangnya. Setelah bagian kayu itu telah di cincang, Chrumbles coba berpikir kembali dengan menghayal tentang bentuk burung supaya kayunya di bentuk sesuai agar bisa terapung. Akhirnya Chrumbles berhasil membuat perahunya yang mula-mula bagian sebelah lancip membentuk kepala burung dan sebelahnya berbentuk persegi empat. Setelah  Chrumbles berhasil membuat perahu, dia berusaha memindahkannya ke danau untuk di pakai. Chrumbles memindahkan perahu dengan menggunakan tali yang dililit pada bagian perahu lalu di tariknya.  Sedikit demi sedikt Chrummbles menarik perahunya menuju danau, dan akhirnya sampai di danau. Chrumbles mencoba untuk menggunakan perahunya tetapi dia tidak memiliki penggayu. Chrumbes naik ke dalam perahu untuk mengamati Danau. Chrumbles sedang berada di atas perahunya, namun ia tidak memiliki penggayu untuk di gunakan sebagai dayung, sehingga Chrumbles kebingungan karena tidak ada penggayu akhirnya chrumbles memakai tangannya untuk mendayung. Mula-mula Chrumbles menggunakan tangannya untuk mendayung perahu, setelah itu dia mengamatinya dengan memakai kayu biasa untuk mendayung.
Pada hari berikutnya, Chrumbles berjalan-jalan mengamati situasi di danau itu, dia sangat terkejut dan kagum melihat danau tersebut sambil berkata "wooo.....air ini luas sekali dan jug sangat dalam". Chrumbles berpikir demikian sembari menghentikan penggayunya dan berlabuh di tengah danau sambil mengamati bebek yang sedang berenang. Setelah beberapa lama mengamati, ternyata bebek danau kakinya lebar. Chrumbles mendapat ide bahwa ia harus membuat sebuah pennggayu yang bagian bawahnya sebagai dayung  harus lebar.  Chrumbles duduk di dalam perahunya memegang sebuah kayu yang dipakai sebagai penggayu sambil mengamati bentuk kaki bebek danau.  Akhirnya Chrumbles membuat sebuah penggayu dari kayu yang dicincang.
Kini Chrumbles sudah menemukan penggayu, hingga sekarang jenis penggayu dan perahu yang diciptakan oleh Chrumbles itu di pakai oleh masyarakat nelayan di sekitar danau Ayamaru. Chrumbles sudah bisa mendayung perahunya dengan leluasa karena sudah ada penggayu.
Demikian kisah terjadinya danau ayamaru, kisah pembuatan perahu dan  kisah pembuatan penggayu oleh Chrumbles yang tinggal di daerah Woman, kini daerah itu telah menjadi sebuah Distrik Ayamaru Jaya dan kampung yang ada disana bernama Adoh, Woman, Segior dan Orsu Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat.
              

  . . . ………….. . . . . . . .... . . . . . . TAMAT .. . ………………………….. . . . . . .
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

HIKAYAT DAN WEJANGAN HIDUP MANUSIA

                                                         HIKAYAT WEJANGAN oleh Frank Hamah Sagrim     Hikayat Wejangan Pribadi the Scopus   ...

Pengikut

Cari Blog Ini

Arsip Blog


Kantor Yayasan

Kantor Yayasan

Translate

Recent Posts

PESAN HARI INI

Jika di dunia ini begitu gelap dan engkau disuruh TUHAN untuk membawa obor meneranginya, maka lakukanlah itu sebab tidak semua orang bisa mendapat kepercayaan TUHAN seperti demikian. - (Hamah Sagrim)